Cek Nama Anda di DPT Pilkada 2015 disini
Kamis, 30 Juli 2015 - 09:10:15 WIB
Hanya Ada Dua Pasangan Calon Yang Mendaftar Ke KPU Kapuas Hulu Tahun 2015
Diposting oleh : Admin
Kategori: Artikel - Dibaca: 1984 kali

Putussibau. Sejak dibukanya pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu jalur Partai Politik (Parpol) pada Senin (26/7), hanya dua kandidat yang mendaftar, yakni Fransiskus Diaan, SH (Sis)-Andi Aswad dan A.M. Nasir SH (Lay)-Antonius L. Ain Pamero, SH

Ketua KPU Kapuas Hulu, Lisma Roliza SH mengungkapkan, pasangan Sis-Aswad mengantongi 9 kursi, sementara Nasir-Anton mengantongi 17 kursi di DPRD Kapuas Hulu.

"Syarat minimum dari kita adalah 20 persen dari jumlah kursi DPRD Kapuas Hulu. Karena totalnya 30 kursi, jadi cukup mengantongi 6 kursi sudah bisa nyalon," kata Lisma ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/7).

Setelah pendaftaran ini, lanjut Lisma, KPU Kapuas Hulu akan meneliti syarat pencalonan mulai kemarin hingga 3 Agustus mendatang. Kemudian, hasilnya akan diberitahukan kepada pasangan calon dan tim kampanye, pada 3-4 Agustus.

"Kalau ada kekurangan dari berkas pendaftaran, akan kami beritahukan, kemudian mereka (pasangan kandidat, rd) yang melakukan perbaikan. Perbaikan itu dari 4 hingga 7 Agustus," ujar Lisma.

Berkas perbaikan itu diserahkan lagi ke KPU Kapuas Hulu untuk penelitian hasil perbaikan. Penelitian dilakukan mulai dari 8 hingga 14 Agustus. "Setelah penelitian ini. Akan kami tetapkan pasangan calon. Penetapan calon itu tanggal 24 Agustus," ungkap Lisma.

Sementara untuk kandidat yang mendaftar, telah dijadwalkan pemeriksaan kesehatan pada 26 Juli hingga 1 Agustus. Untuk kandidat Kapuas Hulu, pemeriksaan kesehatan dilakukan 29 hingga 30 Juli. "Pemeriksaan dilakukan di RSJ Sungai Bangkong dan RSUD Sudarso, Pontianak," beber Lisma.

Pemeriksaan kesehatan, jelas Lisma, merupakan salah satu syarat pencalonan. Penyampain hasil pemeriksaan itu harus diserahkan ke KPU Kapuas Hulu pada 1 hingga 2 Agustus. "Pada tanggal itu harus sudah diserahkan," tegasnya.

Terkait penentuan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit luar daerah Kapuas Hulu itu, jelas Lisma, dikarenakan RSUD Putussibau belum memenuhi standar pemeriksaan.

Keputusan lokasi pemeriksaan itu juga hasil rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kapuas Hulu dan Provinsi Kalbar. "Ini memang sesuai aturan yang berlaku, harus RS pemerintah yang terstandar," tutup Lisma.